Saturday, 22 June 2013

Penting ! Adab Membaca Al-Qur'an Yang Perlu Diperhatikan

Sedih rasanya ketika melihat beberapa orang yang ikut sebuah pengajian dengan agenda membaca surat Yasin atau yang lain, lalu Al-Qu’ran atau buku saku kecil yang di dalamnya terdapat surat Yasin tersebut diletakkan di bawah sejajar dengan telapak kaki. Padahal itu adalah ayat-ayat suci yang sangat diagungkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan seluruh umat islam.

adab membaca al-Qur'an
Dan nampaknya kebiasaan tidak menghormati kitab Al-Qur’an seperti itu banyak terjadi di beberapa majlis pengajian yang saya datangi. Padahal kalau orang-orang tua kita dulu di kampung mengajarkan, al-Qur’an itu minimal di atas perut. Kalau perlu di atas kepala. Jadi tidak sama dengan membawa buku biasa.
Karena itu perlu diketahui adab-adab membaca Al-Qur’an, agar al-Qur’an memberi bekas ke dalam hati kita. Dan berikut adalah adab membaca al-Quran dari kitab At-Tibyan fi Adab Hamalat al-Quran oleh al-Imam an-Nawawi :
  1. Berniat ikhlas kerana Allah SWT.
  2. Menggosok gigi atau bersiwak sebelum membaca al-Quran.
  3. membaca dalam keadaan berwudhu.
  4. Mengadap ke arah kiblat.
  5. Mulai dengan at-Ta’awwuz.
  6. Membaca al-Quran dari Mushaf lebih utama dari membaca tanpa melihat. Walaupun begitu bagi yang ingin menghafalnya, dianjurkan membaca tanpa melihat.
  7. Membaca dengan suara yang merdu dan kuat agar dapat dihayati oleh diri sendiri dan orang lain. Al-Imam al-Ghazali menyatakan, jika kita bimbang akan timbul riak dalam hati, maka membaca secara perlahan itu lebih utama. Sebaliknya jika dapat menjaga dari timbulnya penyakit tersebut, maka dianjurkan membaca dengan suara yang nyaring – Ihya’ Ulumiddin.
  8. Membaca dengan perhatian dan memahami ayat-ayat yang dibacakan.
  9. Membaca dengan tadabbur dan menangis. Diantara adab-adab tadabbur itu ialah memelankan suara apabila sampai pada ayat yang menyentuh mengenai sifat Allah SWT menurut tafsiran orang kafir. Sebagai contoh orang Yahudi mengatakan Nabi Uzair anak Allah SWT seperti yang disebutkan Allah dalam surah at-Taubah ayat 30. Contoh yang lain ialah persepsi mereka bahwa Allah SWT tidak mampu memberikan rezeki kepada hamba-Nya seperti yang difirmankan dalam ayat 64 surah al-Maidah.
  10. Memuliakan al-Quran. Kita dilarang membaca al-Quran sambil ketawa ataupun sambil berbicara melainkan mengenai sesuatu yang amat penting.
  11. Membaca ayat dan surah mengikut susunannya dalam urutan al-Quran, yang dulu didahulukan dan akhir diakhirkan.
  12. Mengamalkan ajaran al-Quran itu.
  13. Sentiasa membaca al-Quran terutama pada waktu pagi kerana Nabi SAW mendoakan keberkatan waktu itu. Diriwayatkan dalam al-Mustadrak oleh al-Hakim dari Abu Hurairah RA bahawa Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “barang siapa yang membaca 10 ayat, maka dia tidak akan tergolong dari kalangan orang yang lalai.” – (2085, hadis sahih menurut syarat Muslim)
  14. Berusaha menghafal ayat al-Quran dan mengulang-ulang ayat itu supaya sentiasa mengingatnya.
  15. Meletakkan target untuk mengkhatamkan al-Quran itu.
  16. Memanjatkan doa ketika khatam atau selesai  membaca al-Quran karena waktu itu adalah diantara waktu mustajab doa.
  17. Dilarang membaca al-Quran di tempat yang tidak sewajarnya seperti di dalam WC.
  18. Mencium al-Quran karena dikiaskan dengan mencium Hajar al-Aswad 
  19. Memberi wangi-wangian pada al-Quran sebagaimana meletakkan wewangian pada Hajar al-Aswad.
  20. Meletakkan al-Quran di tempat yang tinggi.
  21. Berusaha untuk menghayati isi kandungan al-Quran hingga membuatnya  menangis atau menitiskan air mata.
  22. Tidak memberi salam kepada seseorang yang sedang membaca al-Quran.
Itulah beberapa adab membaca al-Qur'an yang harus kita jaga, agar amalan kita membaca al-Qur'an tersebut menjadi lebih sempurna.

No comments:

Post a Comment