Membaca Membuat Pengetahuan Anda Bertambah. Jadi, Bacalah Sebanyak-banyaknya dan Cari Tahu Informasi nyang Mungkin Orang Lain Tidak Tahu. Terima kasih Sudah Membaca :) . Cara, Bagaimana, Kapan, Dimana, Kenapa, Mengapa, Apa, Kemana, Diatas, Dibawah. Lalalalala Aku Berjalan Di Taman
Monday, 22 April 2013
Sunday, 21 April 2013
Trik Membaca Pikiran Lewat Bola Mata
Bola mata melihat ke atas, artinya lawan bicara sedang merasa bosan dan ingin menghentikan pembicaraan.
Bola mata melihat ke bawah, artinya bisa jadi lawan bicara sangat patuh dengan pembicaraan.
Bola mata melihat ke atas kanan, artinya lawan bicara sedang mengingat
sesuatu yang pernah ia alami yang berhubungan dengan pembicaraan.
Bola matamelihat ke kanan tengah, artinya lawan bicara sedang mengingat
suara yang pernah ia dengan yang berhubungan dengan pembicaraan.
Bola mata melihat ke kanan bawah, artinya lawan bicara sedang mengingat segala sesuatu yang berhubungan dengan pembicaraan.
Humor 'Balon Milik Ibu'
Pada suatu hari, seorang bocah kecil sedang mandi bersama ibunya.
Kemudian dia bertanya kepada ibunya, "Bu, apa yang ada di dada Ibu itu?"
Bingung menjawab, sang ibu bilang,"Tanya saja sama Bapakmu besok waktu sarapan."
Keesokan harinya ketika sedang sarapan dengan Bapaknya, si bocah
bertanya, "Pak! Tau nggak benda apa yang ada di dada Ibu?" Si Bapak
walaupun bingung tapi dapat cepat menjawab "Ooh... itu balon, sayang,
nanti kalo Ibu meninggal, kita bisa meniupnya supaya Ibumu bisa terbang
ke surga." Si bocah mengangguk-angguk mengerti
Humor 'Beruang, Kelinci, dan 3 Permintaan'
Seekor beruang kelaparan mengejar seekor kelinci di hutan..lagi
seru2nya maen kejar-kejaran, tiba2 si kelincidan beruang nyenggol lampu
ajaib.keluarlah jin sakti...
huaahahahaa.!! karena kalian telah membebaskan aku,ku beri kalian masing2 3 keinginan..!
Si beruang n kelinci saling memandang seolah berkata:"Serius loooh??!!"
Si jin: "Ya ealaaah...!!"
Si beruang: "Hahahha...Kalo gitu, gw pengen semua beruang selain gw di hutan ini jadi betina.!" (sambil berpikiran mesum dikit)
Jin: "Gampang...!!" Sekejap permintaannya terkabul, "Kl lo?"
Sikap Rasulullah SAW
- Jika berjalan, gerakannya gesit;
- Jika melangkah, tubuhnya sedikit condong ke depan, namun tetap terkesan anggun;
- Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian;
- Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai aturan (dalam Alquran), dan lebih sering melihat ke bawah dari pada ke atas;
- Beliau tidak pernah memelototi seseorang;
- Pandangan mata beliau selalu menyejukkan;
- Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh;
- Beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan.
Kisah Rasulullah '8 Dirham Penuh Berkah'
Pagi itu Rasulullah SAW nampak sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat, baju yang tinggal satu-satunya itu ternyata sudah usang. Dengan rizki uang delapan dirham, beliau segera menuju pasar untuk membeli baju.
Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Ternyata ia kehilangan uangnya. Dengan kemurahan hati, beliau memberikan 2 dirham untuknya. Tidak hanya itu, beliau juga berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.
Kisah Rasulullah 'Belas Kasih Rasulullah'
Suatu saat di bulan Ramadhan para sahabat duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba seorang laki-laki datang dengan panik dan berkata, “Ya Rasulullah, celaka saya!”
Rasulullah bertanya, “Apa yang terjadi padamu?” Laki-laki itu menjawab, “Saya telah melakukan hubungan badan dengan istri, padahal saya sedang berpuasa Ramadhan.”
Lalu Rasulullah Saw bertanya, “Apakah ada seorang hamba sahaya yang kamu merdekakan?” Dia menjawab, “Tidak.”
Rasulullah SAW bertanya lagi, ‘Mampukah kamu melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut?” Kembali dia menjawab, “Tidak.”
Kisah Rasulullah 'Aku Hanyalah Bendahara'
SETELAH bertahun-tahun perjuangan dan
penderitaan, misi suci Rasulullah SAW akhirnya meraih kejayaan di
semenanjung Arab. Panji-panji Islam berkibar di wilayah-wilayah yang
luas meliputi cakrawala Persia dan Syria. Harta yang berlimpah-ruah
mengalir ke Madinah dari berbagai negeri-negeri persemakmuran Islam. Di
antara putra-putri Rasulullah SAW, hanya Fatimah yang masih hidup saat
itu.
Sang ayah sangat mencintai putri
satu-satunya itu. Setiap kali Fatimah datang, Rasulullah selalu
menerimanya dengan penuh kasih sayang. Demikian juga Fatimah, setiap
kali datang ia selalu merebahkan dirinya dalam dekapan sang ayah. Jika
ia datang, Rasulullah SAW sering mendudukkan Fatimah di samping beliau
sembari menyeka peluh yang membasahi wajah putrinya dengan sapu
tangannya atau meraba dahinya dan mengecek kesehatan sang putri.
Kisah 'Datang untuk Membunuh Rasulullah SAW'
Diceritakan bahwa suatu saat, Rasulullah SAW terlelap sendirian di bawah pohon. Da’sur, seorang penunggang kuda yang sangat memusuhi Rasulullah SAW datang menghampirinya. Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah membuka kedua matanya dan melihat sebilah pedang mengkilap terayun-ayun tepat di atas kepala beliau.
“Siapa yang akan melindungimu sekarang?” bentak Da’sur kasar dan mengejek.
“Allah,” jawab Rasulullah SAW tenang dan penuh percaya diri.
Da’sur tersentak oleh jawaban yang sangat tenang itu. Tubuhnya bergetar hingga membuat pedangnya lepas dari tangan. Rasulullah SAW bangkit, lalu memungut pedang itu seraya bertanya, “Siapa yang akan melindungimu sekarang?”
“Tidak ada,” jawab ksatria musyrik itu.
“Ada,” kata Rasulullah SAW, “Allah juga yang akan melindungimu. Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!”
Wanita Pembenci Rasulullah SAW
Tersebutlah seorang wanita tua yang
sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun
tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang
bawaannya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian, seorang laki-laki
muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanitu
malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu
pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.
“Senang sekali kamu mau membantu dan
menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu. Ternyata ia
adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan
sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya. Suatu
saat dia berkata pada laki-laki tersebut, “Anak muda, selama kita
berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara
apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan
saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan
berbicara apapun tentang Muhammad!”.
Dia lalu melanjutkan lagi, “Orang itu
benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan
reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan
suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang
dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu.”
Subscribe to:
Posts (Atom)