Friday, 12 April 2013

KUPAS TUNTAS “PUASA DAUD”

SUATU hari saya iseng Googling, mengetikkan keyword “puasa Daud”, Enter, dan hasilnya cukup mencengangkan. Puasa Daud yang merupakan satu-satunya puasa sunah yang konon paling TIDAK DIMINATI, ternyata tidak sedikit yang diam-diam tertarik, berminat dan hingga sekarang masih berburu infonya di Internet. Kenapa dibilang sebagai puasa sunah yang paling tidak diminati? Karena puasa Daud adalah satu-satunya puasa yang pelaksanaannya bisa dibilang cukup berat, atau bahkan paling berat. Hanya mereka yang berkomitmen kuat dan istiqamah yang akan tetap setia menjalankannya hingga akhir hayat.

Dan ternyata, ketika saya amati lagi, di postingan-postingan blog yang memaparkan perihal puasa Daud, masih banyak yang belum terpahamkan apa dan bagaimana puasa Daud itu. Kebiasaan orang muslim Indonesia pada umumnya, yakni malas membaca dengan teliti, dan kedua malas untuk melakukan aksi. Padahal inti utama puasa Daud di berbagai sumber mana pun sudah jelas, bahwa, puasa Daud adalah puasa sunah yang tidak ada beda dengan puasa sunah yang lainnya, hanya saja puasa Daud ini dilakukan sehari berpuasa sehari berbuka. Hanya itu. Sudah. Tinggal dipraktekkan.

Namun, biarpun kelihatannya sesimpel itu, saya menyadari, bahwa pelaksanaan puasa Daud meninggalkan sederet kegamangan. Nah, kegamangan-kegamangan ini alhamdulillâh sudah saya coba inventarisir. Bagi yang tertarik dengan postingan tentang puasa Daud ini, atau siapapun Anda, baik pelaku puasa Daud maupun calon pelaku puasa Daud, tulisan ini saya bagikan buat Anda. Semoga bermanfaat.
***
1. KENAPA DISEBUT PUASA DAUD? APAKAH PUASA INI SUNAH NABI MUHAMMAD.SAW?


Jika Anda menghendaki dalil berupa hadits-hadits tentang puasa Daud, silakan Anda mencari sendiri di sumber-sumber lain, jika Anda ragu. Namun secara ringkas, puasa Daud ini merupakan amalan Nabiyallâh Daud.as (dan umatnya), dan diriwayatkan pula, bahwa puasa Daud ini adalah puasa yang PALING DICINTAI ALLÂH. Beliau (nabi Daud.as) berpuasa sehari dan berbuka sehari, terus menerus begitu sepanjang tahun. Nah, lantaran puasa ini merupakan puasa yang, bisa dikatakan paling istimewa, tidak salah apabila Rasulullah.saw memuji dan menyukai puasa Daud ini, dan bahkan dianjurkan bagi siapapun umat Islam, tentu saja bagi mereka yang berminat, kuat dan ikhlas menjalankannya. Jadi jika ada di antara pembaca ingin mengamalkan puasa Daud, silakan, namun jika kondisi tidak memungkinkan Anda melakukan, tidak perlu dipaksakan, karena masih ada puasa-puasa sunah yang lain.

2. APAKAH PUASA DAUD ADA BATAS MINIMALNYA? MISAL, MINIMAL 1 TAHUN ATAU SEMAMPU KITA

Jika kita melihat riwayat dalam hadits, puasa Daud ini disebut oleh Rasulullah.saw untuk mengakomodasi keinginan beberapa sahabat yang ingin melakukan puasa sepanjang tahun. Rasulullah.saw melarang, dan alih-alih memberitahukan satu puasa yang paling mulia dan disukai Allâh yang disebutkan bahwa nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun, yakni puasa Daud, puasa sehari dan berbuka sehari. Ditilik dari fakta tersebut, agaknya bisa kita simpulkan, bahwa puasa Daud baiknya dikerjakan oleh mereka yang dalam dirinya berhasrat kuat untuk melakukan amalan puasa hingga akhir hayat. Istilah kasarnya, kalau mau, jangan setengah-setengah, karena tidak pernah ada riwayat pelaku puasa Daud melakukan puasa Daud hanya 1 bulan, atau 6 bulan, atau 1 tahun (kecuali jika sedang dalam taraf latihan).
Tentu, jika melihat pada kondisi-kondisi yang lebih khusus, bisa saja ada seseorang yang melakukan puasa Daud tiba-tiba harus berhenti melakukan puasa Daud karena satu dan lain hal, misalnya karena sakit berkepanjangan. Itu bisa saja, jika Allah sudah berkehendak, dan bisa dimaklumi jika yang bersangkutan tidak lagi bisa meneruskan puasa Daud dalam waktu tertentu.
Namun jika kita mau sejenak membuka mata terhadap sejarah, dan bahkan kalau saya berkaca pada pengalaman diri sendiri, jarang sekali ditemukan kasus orang melakukan amalan puasa secara istiqamah jatuh sakit. Yang ada justru orang berpuasa sehat-sehat, malah di dunia kedokteran, orang-orang sakit dianjurkan berpuasa. Saya sendiri selama melaksanakan puasa Daud malah alhamdulillah jarang sekali jatuh sakit. Dan itu memang fakta ajaib yang tidak bisa dipungkiri, sebab manusia sejak zaman dulu pun telah mengenal puasa sebagai imun dan “penyembuh alami” yang ajaib. Dan kalau berkaca kembali pada pengalaman pribadi, bukannya ingin berhenti, saya malah ketagihan dan ingin terus melaksanakan puasa Daud hingga ajal menjelang. Sebab apa, sebab saya sudah menyadari dan merasakan sendiri, apa manfaat dan khasiat rahasia puasa Daud. Mungkin Anda para pembaca bisa menanyakan hal ini secara personal kepada orang yang kebetulan seorang pelaku puasa Daud.

3. APA MANFAAT PUASA DAUD BAGI DIRI SAYA? LALU BAGAIMANA JIKA BERTEMU HARI SENIN, KAMIS, JUM’AT, SABTU DAN MINGGU? MOHON SEKALI LAGI DIRINGKAS LAGI HAL-HAL SEPUTAR PUASA DAUD.

Jika benar-benar ingin melaksanakan Puasa Daud, atau sering disebut Puasa ala Nabi Daud ini, maka hal yang paling baik di awal adalah tekad dan niat yang sungguh-sungguh. Jika benar kita serius, ingin mengamalkan puasa yang paling baik ini, maka hal-hal lain semestinya tidak perlu lagi dipertanyakan. Mau jatuhnya hari Jum’at, hari Sabtu, hari Senin, hari Kamis, atau terpotong oleh sakit sehari, batal di lain hari, yang paling penting itu adalah terus istiqamah alias konsisten untuk terus melakukan dan melanjutkan puasa Daud. (Tentu saja puasa Daud ini tidak boleh dikerjakan di hari-hari yang diharamkan berpuasa, seperti Hari Raya ‘Idul Fithri, ‘Idul Adha, dst).
Lalu, apakah pelaksanaan puasa Daud ini harus selamanya? Seperti yang sudah saya utarakan, yang penting itu kita konsisten. Mungkin saja di suatu waktu kita sakit satu minggu, nah, setelah sehat, kita lanjutkan lagi puasa Daud tersebut. Dan tentu, idealnya puasa Daud ini dijalankan hingga akhir hayat. Tentu, awalnya terasa berat, karena BELUM TER-BI-A-SA. Tapi jika kita sudah terbiasa, insya Allah, yang ada kita malah ketagihan dan ingin terus menerus melakukannya. Karena apa?
  • Fakta, siapapun yang konsisten melaksanakan puasa Daud, tidak akan pernah mudah sakit. Silakan dibuktikan sendiri, minimal sampai 2 minggu atau 1 bulan saja, dan lihatlah keajaiban yang akan tubuh Anda rasakan. Jadi sebetulnya tak perlu ada kekhawatiran bagi yang akan hendak memulainya karena takut akan jatuh sakit, karena yang ada justru malah sebaliknya, kita menjadi kebal terhadap segala jenis penyakit. Tentunya hal ini bukan sekedar omong kosong, karena saya pun mengalaminya langsung, jadi asli dari pengalaman nyata sendiri. Apa sebabnya? Sebabnya adalah, ketika kita makan (secukupnya) satu hari, lalu keesokan harinya puasa, lalu lusanya berbuka, lalu esoknya lagi puasa, itu menjadikan sistem pencernaan kita menjadi lentur dan kuat, sehingga membuat sirkulasi darah bekerja secara dinamis. Berbeda dengan mereka yang tidak sekalipun puasa, pencernaan terus-terusan dipaksa bekerja dan menjadi tempat sampah makanan, sehingga menjadi biang penyakit pencernaan. Jadi, berbahagialah bagi siapapun yang mengamalkan puasa Daud semasa hidupnya.
  • Hidup Anda akan berubah 180 derajat. Ketika kita sudah terbiasa melakukan puasa Daud, hal-hal sekecil apapun akan terasa nikmat LUAR BIASA bagi diri kita. Karena apa? Karena kita sudah TERBIASA LAPAR. Ketika kita sudah terbiasa lapar, kita jadi tidak lagi merasa takut apabila sewaktu-waktu tidak punya apa-apa, kita jadi kebal dengan hidup, kita menjadi tenang dan tentram. Soal ketenangan hati ini, itu adalah rahmat dan karunia ajaib Allah. Yang jelas, ketika diri kita sudah membiasakan lapar, kita akan menjadi sosok insan yang akan mudah bersyukur dan bahagia, meskipun hanya makan nasi dengan tempe atau ikan asin saja, kita akan merasa bahagia luar biasa. Aneh memang, tapi itulah keajaibannya.
  • Ketika kita sudah membiasakan puasa Daud dan terbiasa lapar, kita akan lebih peka dengan segala jenis makanan. Kita seperti menjadi sebuah detektor, yang mampu mendeteksi, “Oh, makanan ini jelek, makanan ini buruk, makanan ini tidak baik” dan lain sebagainya. Karena apa, karena ketika kita sudah membiasakan puasa Daud, kita akan lebih mencintai perut yang kosong ketimbang perut yang kenyang, dan kita akan benar-benar benci dengan kenyang, karena kita akan sadar, kenyang itu menjadi sumber malapetaka kesehatan tubuh dan diri.
  • Ketika kita sudah membiasakan diri melakukan puasa Daud dan terbiasa lapar, jiwa sosial kita akan lebih peka. Kita akan lebih mudah tersentuh melihat siapapun yang datang meminta-minta, karena apa, karena kita telah merasakan sendiri, betapa lapar itu menyengsarakan. Maka dari itu, lantaran kita sudah terbiasa lapar, kita menjadi sosok yang tidak tega melihat orang lain lapar. Jadilah kita ringan dalam memberi sedekah dan bantuan kepada orang lain. Rahmat dan pahala berlipatlah yang akan kita dapat.
Dan masih banyak lagi. Silakan, bagi yang hendak dan ingin berpuasa Daud, lakukan sekarang juga, atau esok. Semoga mendapat pengalaman dan manfaat yang lebih besar dari apa yang sudah saya kemukakan di atas. Sedangkan bagi yang masih menjalankan Puasa Daud hingga sekarang, tetaplah istiqamah dan konsisten, bahkan kalau perlu ajak orang-orang terdekat, kerabat dan sahabat untuk turut serta melestarikan puasa yang sangat sangat dianjurkan Rasulullah.saw ini.


Dan mohon diingat, puasa Daud ini lebih untuk dan semata untuk Allah saja, jadi jangan sampai kita memberitahukan kepada orang lain kalau kita ini melakukan puasa Daud atau sudah berapa lama kita melakukan puasa Daud. Bukan orang lain yang memberi balasan, tapi Allah, jadi lebih baik dan lebih sempurna apabila kita melakukan puasa Daud ini secara SEMBUNYI-SEMBUNYI, RAHASIA. Cukup dan biar Allah saja yang tahu sudah berapa lama kita melakukan puasa dahsyat ini.


Sumber : muhammadindarpati

134 comments:

  1. Subhanallah,,
    Terima kasih atas infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya hehe
      jangan lupa di praktekkan ya :D

      Delete
    2. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar 1.5Milyar saya stres hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa melunasi hutang saya, suatu hari saya sedang iseng buka-buka internet dan menemukan website ustad.hakim http://pesugihan-islami88.blogspot.co.id sebenarnya saya ragu-ragu jangan sampai sama dengan yang lainnya tidak ada hasil juga, saya coba konsultasikan dan bertanya meminta petunjuk pesugihan apa yang bagus dan cepat untuk saya, nasehatnya pada saya hanya di suruh YAKIN dan melaksanakan apa yang di sampaikan pak.ustad, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Alhamdulilah akhirnya 5Milyar yang saya tunggu-tunggu tidak mengecewakan, yang di janjikan cair keesokan harinya, kini saya sudah melunasi hutang-hutang saya dan saat ini saya sudah memiliki usaha sendiri, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi ustad.hakim bawazier di 085210335409 Toh tidak langsung datang ke jawa timur juga bisa, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik, jika ingin seperti saya coba hubungi ustad.hakim bawazier agar di berikan arahan

      Delete
  2. lalu bagaimana dengan kaum wanita yang menjalankan puasa daud, sementara wanita itu pasti mengalami siklus haid. tolong penjelasanya
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kerjakan saja puasa Daudnya, kalau misalnya anda mengalami haid, maka tidak diperbolehkan untuk berpuasa, sebaiknya dilanjutkannya setelah selesai mengalami haid.

      Delete
  3. gmn pelaksanaan puasa d bulan ramadhan. Apa niatnya puasa ramadhan dan puasa daud to puasa ramadhan saja to puasa daud saja to gmn

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg menjadi ikhtilaf ulama adalah jika puasa dibulan ramadhan yg mau digabung dg puasa syukur, atau puasa hajat, maka sebagian mengatakan tidak sah, sebagian mengatakan sah.

      namun jika puasa Qadha yaitu diluar ramadhan maka dalam Madzhab Syafii hal itu diperbolehkan.

      Delete
    2. giant :
      niat puasa ramadhan : Nawaitu shouma gadhin ‘an ada-i fardhi sayahri ramadhani hadzihis-sanati lillahi ta’ala.
      niat puasa daud : Nawaitu Shouma Dawud sunnatan Lillahi Ta'ala.

      kalau misalnya pada saat romadlon anda ingin berpuasa dengan 2 niat (puasa romadlon dan puasa sunnah Daud) maka cukup anda berpuasa dengan niat Puasa Romadlon saja, Tidak perlu niat puasa sunnah. Insya'Allah, niat dan pahala puasa sunnahnya ikut terkafer.

      Delete
  4. si mamat kethuan boongnya puasa tu budaya jahudi dan nasrani jd jgn ajarannya diambil orangnya dibenci trus ngaku2 turun dr alloh swt yg dikarangya sendiri dasar maMAT MAMAT BEGOK CUMA SM ORG BEGOK AJE YG PERCAYA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di agama Yahudi dan Nasrani ada puasa juga, tidak heran karena Yahudi, Nasrani dan Islam adalah agama sawawi yang diturunkan oleh Allah SWT melalui nabi-nabi terpilih. Puasa sendiri sudah dianjurkan dilakukan jauh sebelum agama Islam muncul, bahkan dalam agama Islam dikenal dengan puasa Nabi Daud. Artinya Islam tidak mengklaim bahwa Islam-lah yang pertama kali melakukan puasa. Hanya saat ini kebanyakan atau umunya umat Islam yang melakukan puasa terutama puasa Ramadhan atas perintah Allah SWT (yang juga merupakan Tuhan kamum Yahudi dan Nasrani). Dan Islam tidak pernah mengajarkan kebencian kepada umat agama lain.

      Delete
  5. Alhamdulillah, apa yang telah disampaikan @Qeis Muhammad adalah benar adanya ! tak ada 'kekuatan logika' yang mampu menyangkal sejuta keajaiban puasa Daud. -wassalam-

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikumussalam
      yayaya benar, semoga saja kita semua bisa menjalankan Puasa Daud sampai akhir hayat.

      Delete
  6. Puasa daud emang luar biasa.. Badan sehat,rizki luas,ibadah makin tenang dn kusyu..dan hampir rata2 orang yg istiqomah puasa daud ,sukses disegala bidang..sukses dunia,berkah diakherat..masuk sorga lewat BABURROYAN ..insyaallah kuncinya ikhlas,sabar,istiqomah krn Allah swt..apalagi klw dibarengi qiyamullail,zikir,perbanyak shodaqoh..wah cepet banget tuh..kyk lonjatan Quantum dlm hidup kita..ente ga percaya buktiin..!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, luar biasa sekali itu puasa Daud.
      Dulu teman ana punya abi, abinya dia setiap hari merokok, pas abinya dia puasa Daud (kurang lebih 3 bulan) sebelum pergi Haji, abinya di cek Kesehatannya. Dan hasilnya adalah Jantung sehat, Paru-paru sehat seperti tidak merokok, kondisi badan sehat, dll.
      Padahal Abinya itu setiap hari merokok dengan paling tidak 1 bungkus setiap harinya.
      Hebat sekali,
      kalau misalnya anta punya kelebihan lainnya atau punya cerita tentang Nabi Daud kasi tau kesini ya. Hehe
      Wallahu A'lam Bish-showab

      Delete
  7. tapi itu puasanya pas buka dan sahur pada jam berapa? apa selama 24 jam? sahur pukuk 00.00 dan buka puasa pukul 00.00?

    Mohon jawabannya, karena saya ingin menjalaninya.
    Terima kasih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan, jadi sama seperti puasa biasa.
      misalnya Hari ini kita berpuasa, besoknya tidak usah berpuasa.
      jadi gini, Puasa > Tidak puasa > Puasa > Tidak Puasa.
      misal kita senin puasa, hari selasa kita tidak usah puasa, lanjutnya kita puasa hari rabu, hari kamis tidak puasa, terus hari jum'at puasa, sabtu tidak, minggu puasa, dan seterusnya.
      jadi ganti-gantian gitu deh.

      Oiya maaf, soal foto itu ka, hati-hati ya kalo punya foto tanpa aurot bisa dilihat orang lain yang bukan mahromnya. 1x dilihat orang = 1x bapak, abang/adik, saudara laki-laki dan suami kamu nantinya akan 1x melangkah ke Neraka. Hehe hanya mengingatkan
      Allahu A'lam Bish-showab.

      Delete
    2. Sahur sebelum Adzan Shubuh.
      dan Buka pada saat Adzan Maghrib.

      Delete
  8. Apakah puasa daud bisa juga untuk membayar puasa ramadhan bagi wanita yang berhalangan untuk puasa di bulan ramadhan.......

    Mohon penjelasannya,
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo puasa romadlon yang udah ditinggalkan ya caranya dengan mengqodho puasa romadhon, niatnya harus puasa qodho romadhon, ya kalau niatnya pakai niat puasa daud ya tidak dinamakan membayar hutang puasa romadhon namanya.

      Delete
  9. ane mau nanya ni bos, klo niat puasa daud kita gabung dengan niat meng qodho puasa ramadhan gimana tuh, boleh kaga...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan, tapi syaratnye kalau misalnye ente udeh selesai mengqodho puasa romadlon ya puasa daudnya harus tetap dilanjutkan.

      Delete
  10. Alhamdulillah, saya sedang (belajar) puasa daud saat ini. Bagaimana sikap kita ketika ada teman yang mengajak kita makan/minum, padahal sedang berpuasa? Saya khawatir jika saya beritahu kalau saya sedang berpuasa, malah menjadi suatu perbuatan riya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, bagus mas, semoga hidup ente berkah. Semoga ente bisa berpuasa daud terus-menerus sampai akhir hayat.
      Kalau misalnya dia menyuruh makan atau minum, tak apa bilang saja ente lagi berpuasa, tapi bilang ke dia kalau rahasiakan hal ini (kalau misalnya dipaksa).
      Tapi sebaiknya sih ente bisa menolaknya secara baik-baik. Atau bisa juga ente bilang kalau pada jam-jam segini tidak biasa makan minum.

      Tapi kalau ada Walimahan (resepsi pernikahan) lebih diutamakan untuk membatalkan, kalau dilanjut hukumnya makruh.

      Delete
    2. Assalamu'alaikum..
      Mau menanyakan bagaimana menurut akhi ketika kita sedang puasa, kita ditanya oleh teman kita kenpa tidak makan?komen akhi menyarankan bilang saja berpuasa..tp bagaimana kalau dia menanyakan lagi,"puasa apa padahal bukan hari senin/kmis"?. Haruskah kita menjawab?.Yang saya takutkan kalau menjawab nanti kesannya riya' tdk menjadi rahasia, tp jika td k dijawab nanti pemikiranny mereka terhadap kita malah negatif.Mohon Penjelasannya.Syukron, akhi.

      Delete
    3. wa`alaikumussalaam
      bilang aja lagi ga nafsu atau gimana, sebaiknya kan yang tahu hanya diri sendiri, kalau memang terpaksa juga tak apa, bilang aja pokoknya puasa deh emang puasa cuma hari senin-kamis aja, kalau memang tak ingin riyaa- maka tak usah ditanggepi, atau bisa juga menanggapinya dengan cara bilang kepadanya kalau kita sedang berpuasa, dan bilang juga sekalian kalau dia harus merahasiakannya, tak boleh dibongkar.
      Mungkin bisa tanya kepada ustadz lain
      Wallahu A`lam

      Delete
    4. Assalamu'alaikum akhi, maaf kalau misalkan sudah terlanjur ada orang yang tahu kalau kita sedang puasa daud karena sebelumnya seseorang yg berpuasa itu tidak mengetahui akan *sebaiknya dirahasiakan* itu bagaimana? Mohon penjelasannya. Terima kasih

      Delete
  11. Ikut nambah gan. Undangan walimahan itu emang wajib tapi makan atau jamuan makannya tidak wajib. Jadi menurut saya tidak menghadiri tapi tidak ikut jamuan makan. Wassalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih. Maksudnya ente gimana gan?
      tidak hadir tapi tidak ikut jamuan makan?
      maksudnya Hadir tapi tidak ikut jamuan makan.

      Delete
  12. Lalu bagaimana dengan wanita yang ingin puasa daud,
    Sementara wanita itu kan banyak halangannya,
    Halangan setiap bulan,
    lalu wanita hamil & menyusui,
    wanita yang abis melahirkan,
    ataupun wanita yang sudah lanjut usia,
    kalau nanti di saat ia sedang melalukan puasa daud tp tiba2 hal2 tersebut datang cara melanjutkannya bagaimana?
    Apakah boleh di jeda tidak berpuasa untuk waktru yang cukup lama?
    terimakasih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau memang ada halangan seperti itu ya boleh.
      untuk jeda ya boleh saja dalam waktu yang lama tapi sebaiknya sih pas selesai halangan ya kita puasa daud tak lama kemudian.
      jeda lama boleh tapi pada saat puasa daud nantinya jangan bolong-bolong diusahakan sebisanya ya. Semoga Sukses

      Delete
  13. Bagaimana kalo puasa daud dilakukan krena da niat tertentu...misalnya ingin langsing...segala diet susah d jalankan..jd ingin mencoba puasa daud...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kita niat karena Dunia (misalnya diet) ya kita tidak mendapatkan pahala.
      Tapi kalau kita niat karena Allah, InsyaAllah kita mendapat pahala dan InsyaAllah kita akan kurus seperti yang diinginkan, dan jangan lupa berdoa yang banyak supaya kurus.

      Delete
  14. ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa kita tidak boleh puasa sunnah hari jumat kecuali puasa tersebut disambung dengan hari setelah atau sesudahnya. bisa dilihat di kitab Riyadus sholihin dalambab puasa sunnah (kalau ndak salah) jadi semoga ndak salah kalau puasa daud itu kalau dimulai hari senin berarti senin, rabu, jumat sabtu senin dan seterusnya. atau kalau selasa, kamis, jumat, ahad selasa. wallahualam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puasa di hari jumat hukumnya makruh jika tidak di sertai sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.Dan kemakruhan ini akan menjadi hilang (tidak makruh lagi) jika bertepatan dengan kebiasa puasa yang di jalani seperti yang anda tanyakan yaitu bertepatan saat puasa daud,atau memang hari jumat itu bertepatan dengan hari di sunnahkan puasa secara khusus seperti puasa Arofah atau karena mengqodlo puasa wajib.
      Artinya jika anda puasa daud di saat jatuh harinya berpuasa bertepatan hari jumat maka itu tidak makruh lagi atau anda ingin mengqodlo puasa atau ingin puasa arofa bertepatan di hari jumat maka saat itu tidak makruh lagi biarpun tidak di sertai sehari sebelum dan sesudahnya.

      Delete
  15. asalamu alaikum begini aku baru menyadari aku kan di saudi sudah 6 tahun tapi gak ada hasilnya...terus aku dengan melakukan puasa daud mungkin aku bisa apa yang aku inginkan tapi harus karena allah dengan ikhlas sedangkan lagi menjalani puasa daud pikiran aku itu pengen nya mau sukses gimana cara melakukan nya untuk karena allah dan kemauanku tercapai mohon di jelaskan wasalam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
      Bismillah,

      Jika anda ingin melakukan amalan, maka dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh
      إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

      Sesungguhnya semua amalan itu terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan. [HR. Bukhâri, no. 1; Muslim, no. 1907; dari Umar bin al-Khaththâb Radhiyallahu anhu]

      Kalau anda berpuasa daud dan ingin sukses, dengan niat kuat seperti hadits diatas, dan jika anda mau kemauannya segala tercapai maka mintalah doa dari orang tua untuk anda dan jangan lupa anda minta ke yang lain dan anda sendiri juga berdoalah kepada diri sendiri.
      Tetapi jika niat anda tidak kuat, maka pahala puasa anda akan kurang, dan kalau anda mempunyai teman yang berpuasa senin kamis tetapi niatnya kuat, maka pahalanya bisa jadi lebih besar yang berpuasa teman anda dibanding anda.

      seperti hadis dibawah ini:
      Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

      “Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). Dalam dua hadits ini disebutkan umum, artinya mencakup doa orang tua yang berisi kebaikan atau kejelekan pada anaknya.

      kalau anda ingin sukses, maka mintalah doa dengan orang tua anda, dan jangan lupa anda berdoa kepada diri sendiri kapan saja (terutama pada saat sedang berpuasa karena doanya mustajab).
      Guru ana pernah bilang :"Berpuasa itu banyak keutamaannya, apalagi pada saat menghafal, ana dapat menghafal beberapa juz dalam dua minggu karena berpuasa, dan ana juga dapat mengingat apa yang dosen ana jelaskan dengan mudah".
      Intinya anda ikhtiar saja dan sering-seringlah berdoa
      Allahu A'lam Bish-showab
      وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

      Delete
  16. Assalsmu'alaikum wr.wb
    Akh mau tanya ya. ..
    Seumpamanya hari rabu kita lagi pusa daud tuhhh.. eh besok2 harinya tgl 13,14,15 (puasa ayyaumil bidh) nah berarti kita nanti puasanya gak ada jedanya jadi bisa2 kita puasa 5 hari karena ingin puasa pertengahan bulan hijriahnya... gmans ya tuhh boleh tidak...??? Pernah baca di artikel gitu ketika kita puasa sunah maka boleh di double niatnya dg puasa sunah tapi ketika itu puasa mengqodo' puasa ramadan maka tidak boleh di double dg niat puasa lainnn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
      Bismillah,
      kata murobby ana, kalau misalnya puasa dengan niat yang berbeda maka boleh saja tidak ada jedanya. Apalagi pas kalau hari senin, 'Ayyamul Bidh dan dawud, maka boleh sekaligus tiga niat.
      Kalau misalnya qodho pasa romadlon, tidak usah digabungkan dengan niat puasa lain, cukup niat puasa qodlo romadlon aja.
      Jika puasa qadha tersebut dilakukan pada hari senin, in-sya Allah ia juga mendapatkan pahala puasa hari senin. Demikian pula jika dilakukan di hari-hari istimewa lainnya.
      Allahu A'lam Bish-showab

      Delete
    2. Kalau kata murabbi ana, puasa daud adalah tingkatan puasa tertinggi.. jadi ketika sudah istiqomah puasa daud, puasa ayyamul bidh tidak apa2 dilakukan..

      Delete
    3. Kalau kata murabbi ana, puasa daud adalah tingkatan puasa tertinggi.. jadi ketika sudah istiqomah puasa daud, puasa ayyamul bidh tidak apa2 dilakukan..

      Delete
  17. kalau soal niat memang jangan dibatasi, idealnya sepanjang hayat. cuma kala DITEKAN harus begitu, kayanya jadi takut ngelaksanainnya. saya sih simple aja, lakukan secara berurutan, entah sampai kapan, selama tidak bentrok dengan larangan puasa. perkara nanti lanjut atau tidak, didasarkan pada kegiatan saya yang wajib, yaitu mencari penghasilan. kalau berat melaksanakan puasa itu karena padet kegiatan, ya berhenti dulu. nanti dilanjut setelah memungkinkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalau niat memang suatu keharusan. Kata-katanya bagus mas, bisa jadi masukan hehe

      Delete
  18. Ass,, gan maaf mau tanya ane, kalau puasa daud pas ada undangan walimahan tuh boleh dibatalin gak?.. atau kita tetap istiqomah puasa,, padahal kalau ada walimahan tentunya kan sangat tergoda dengan jamuan makanan yang banyak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puasa bukanlah penghalang untuk menghadiri acara walimahan dan undangan makan lainnya. Hanya saja jika puasanya adalah puasa wajib maka dia tetap disyariatkan untuk menghadiri undangan tersebut akan tetapi tentunya dia tidak boleh makan. Tapi jika puasanya adalah puasa sunnah maka dia boleh tetap berpuasa dan boleh juga dia membatalkan puasanya. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang maka wajib baginya untuk menghadiri undangan. Apabila dia dalam keadaan berpuasa maka hendaknya dia mendokannya (yang mengundang) dan apabila dia dalam keadaan berbuka maka hendaknya dia mencicipi hidangannya.” (HR. Muslim no. 1431)

      Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Ummu Hani` radhiallahu anha:
      الصَّائِمُ الْمُتَطَوِّعُ أَمِيرُُ نَفْسِهِ إِنْ شَاءَ صَامَ وَإِنْ شَاءَ أَفْطَرَ
      “Orang yang berpuasa sunnah lebih berhak atas dirinya, jika ingin maka boleh membatalkan atau menyempurnakan puasanya.” (HR. Ahmad no. 25658 dan At-Tirmizi no. 664)

      Akan jika dia merasa yang mengundang akan tersinggung atau akan menimbulkan suasana yang kurang nyaman di antara para undangan maka lebih utama jika dia membatalkan puasa sunnahnya. Ini berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu beliau mengatakan: “Saya membuat makanan untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika makanan tersebut dihidangkan, seseorang berkata, “Saya sedang berpuasa.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saudaramu telah mengundangmu dan telah bersusah payah karenamu, berbukalah dan berpuasalah di lain hari sebagai penggantinya jika engkau mau.” (HR. Al-Baihaqi: 4/279 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 1952)

      Delete
  19. assalamualaikum wr. wb
    saya khn baru mulai puasa daus dr snen kmrn akhy brarti jjatuh hri" kya gni ya...
    snen..rabu..jum'at..mggu..selasa..kamis..sabtu..bgtu setrusnya
    itu bner g ya akhy hari"
    mkasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum assalam warohmatullah wabarokatuh
      benar sekali ukh. Senin - Rabu - Jum'at - Minggu - Selasa - Kamis - Sabtu - Senin dst.
      Semoga istiqomah ya ukhty puasanya.

      Delete
  20. aslm. saya udah lama daud tapi masih suka kebingungan. dan saya juga baru tau dr blog ini kalo daud untuk jangka waktu yg lama. saya mau nanya kalo ketemu ujian hari senin misalnya kebetulan senin waktu saya daud, saya pernah sekali batal karena saya merasa agak tidak konsen apakah boleh?
    yang kedua apakah waktu untuk memulai untuk melaksanakan puasa daud boleh kapan saja? minggu ini saya memulai untuk puasa daud hari kamis karena setelah beberapa bulan saya berhenti daud. apakah boleh memulainya di hari senin?
    trmksh infonya.
    dan kalau boleh saya minta materi tentang nadzar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumus salam warohmatullah wabarokatuh
      bingung dalam masalah apanya ini? Tidak selalu lama juga tak apa, misalnya di bulan muharrom aja puasa daud tak apa.
      Murobbi ane pernah bilang gini : "Puasa itu membuat orang gampang ingat dan susah untuk melupakan, makanya kalau mau ujian berpuasalah, pada saat puasa (pagi siang atau sore), kalian belajarlah, niscaya Allah mempermudah kita, dulu waktu saya kuliah di Yaman, sebelum ujian saya berpuasa, dan alhasil semua yang saya pelajarin masuk semua".

      kalau masalah ga konsen bisa jadi anda tidak berdoa, berdoalah kepada Allah dari godaan setan.

      dalam berpuasa, ada hari yang dimana kita itu diharamkan untuk berpuasa, diantaranya :
      1. puasa setiap hari (puasa dahr) :
      dalam hadis لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الدَّهْرَ ..Tidak ada puasa bagi orang yang melakukan puasa dahr (puasa setiap hari).” (HR. Bukhari 1979).
      atau
      لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الأَبَدَ
      “Tidak ada puasa bagi orang yang puasa abadi.” (HR. Bukhari 1977 & Muslim 1159).
      2. puasa di dua hari raya
      3. puasa sunah yang dilakukan wanita, tanpa izin suaminya
      4. puasa pada hari tasyriq. (11, 12, 13 dzulhijjah)
      5. puasa hari syak (meragukan) (yaitu tanggal 30 Sya'ban)
      6. mendahului ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya (sekitar 29 atau 30 sya'ban)
      7. Puasa Hari Jumaat
      8. Puasa Hari Sabtu : Ini berdasarkan hadith yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lain-lainnya, maksudnya: "Janganlah kamu berpuasa pada hari Sabtu, kecuali puasa yang diwajibkan atas kamu .." (bisa dilihat di kitab Fiqhus Sunnah)

      Alhamdulillah, semoga antum bisa melanjutkan puasa daud sampai akhir hayat. آمين
      Puasa sunnah selain hari di atas itu boleh saja, artinya senin itu dibolehkan untuk berpuasa.

      Tentang nadzar, antum bisa baca di
      http://www.facebook.com/BelajarHukumIslam/posts/529062040468782

      Wallahu A'lam

      Delete
  21. saya alhamdulilah sudah menjalankan puasa daud. saya berdoa agar saya bisa masuk perguruan tinggi negri. saya 2 kali ikut ujian ptn tp saya gagal. saya ingin mencobanya lagi dengan penuh keyakinan bahwa allah akan menunjukan kampus yang terbaik dunia akhirat buat saya. tp kenapa kadang suka ada yg muncul pikiran kalo allah kadang ga adil tp saya lgsg istigfar. gimana cara nya supaya saya tetap berpikir positif dan ga berpiran yg jelek?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga lancar puasa daudnya sampai akhir hayat.
      berdoalah secara terus menerus, karena doa orang yang berpuasa itu biasanya diijabah, apalagi pada saat berbuka itu

      Anjuran berdoa di saat berbuka juga diperkuat oleh sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

      ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
      “Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doanya orang yang terzalimi." (HR. Al-Tirmidi, Ahmad, Ibnu Majah. Dishahihkan Syu'aib al-Arnauth dalam Tahqiq al-Musnad)
      Dalam lafadz al-Tirmidzi, “ . . . dan orang yang berpuasa saat ia berbuka.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)

      Sering-seringlah berdoa, karena Allah juga menyuruh kita untuk berdoa
      ٱدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ Berdo’alah kalian kepadaku maka aku akan perkenankan doa kalian
      Jangan pernah menyerah, mungkin itu memang ujian dan cobaan dari Allah.

      Dan jangan lupa untuk melakukan Hak Allah dan Sunnah Rosulnya.
      Yaitu dengan Solat wajib 5 waktu (kalau bisa tepat waktu), sering-seringlah membaca Al-Qur'an, sering-seringlah berdoa kepada Allah pada saat Sujud dan sebelum salam pada saat solat. Dan jangan lupa untuk mengikuti Sunnah rosul, yaitu solat Sunnah, bersiwak, berdoa (misalnya ke kamar mandi keluar kamar mandi, bercermin, dan lain-lain anda bisa baca di http://qeis-m.blogspot.com/2013/02/doa-sehari-hari.html )

      وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
      “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).

      Dan jangan lupa untuk sering mengamalkan sesuatu yang bisa mendapatkan rezeki:
      1. SHOLAT DHUHA.
      2. MEMBACA SURAH AL-WAQIAH [rahasia pembuka pintu sezeki]
      3. BERSEDEKAH [ ketika memberi 1 berbuah 10 ]
      4. DZIKIR ISTIQFAR [ dosa terhapus rezeki mulus ]
      5. BERBAKTI KEPADA ORANG TUA [pintu surga dan rezeki ]
      6. SILAHTURROHIM
      7. JUJUR DALAM KEHIDUPAN
      8. MENIKAH
      kalau dijelaskan mungkin akan panjang jadi ana hanya mengeluarkan intinya saja.

      Allah itu Maha Adil, jadi kalau anda berfikir kalau Allah itu tidak adil, maka itu datangnya dari setan.

      Kalau cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal
      Pertama,
      Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat seseorang.

      Kedua,
      Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.

      Delete
    2. lanjutan:

      Ketiga,
      Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.

      Keempat,
      Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.

      Kelima,
      Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.

      Keenam,
      Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa.
      Maaf bila ada yang salah, karena saya juga manusia.
      Uushikum wa nafsi bitaqwallah
      wallahu a’lam.

      Delete
    3. untuk rezeki nomer 2, yaitu Al-Waqi`ah, tidak ada hadis soheh yang menerangkan keutamaan Al-Waqi`ah.

      Delete
  22. Blognya agus, sayang baru baca ehe. Sekalian saya mau tanya, saya sudah beberapa kali mencari tentang puasa daud saat jatuh giliran pada hari jumat, dari yg saya cari dikattakan kalau puasa daud pada hari jumat itu tidak masalah. Apaka benar? Terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkunjung.

      Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

      Pertanyaan no. 444: “Apabila ada seseorang yang berpuasa sehari dan tidak puasa sehari, sedangkan ketika itu giliran puasanya menepati hari Jumat, apakah dia diperbolehkan berpuasa di hari itu atau tidak?”

      Beliau menjawab, “Ya, boleh bagi seseorang apabila dia telah terbiasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia berpuasa hari Jumat itu saja (tanpa mengiringi dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya -pent) atau hari Sabtu saja, atau Ahad, atau di hari-hari yang lainnya selama tidak menabrak hari-hari terlarang untuk puasa, karena apabila dia menabrak hari-hari terlarang untuk puasa maka dia haram berpuasa dan wajib baginya meninggalkan puasanya (tidak boleh puasa). Misalnya apabila ada seorang lelaki yang berpuasa sehari dan tidak puasa sehari, kemudian (giliran) tidak puasanya bertepatan dengan hari Kamis sehingga giliran puasa (berikutnya) bertepatan dengan hari Jumat maka tidak ada halangan baginya untuk berpuasa pada hari Jumat dalam kondisi demikian, sebab dia tidaklah berpuasa di hari Jumat karena status hari itu adalah hari Jumat. Akan tetapi karena dia sekedar meneruskan puasa yang biasa dilakukannya. Adapun apabila dia meneruskan puasa yang biasa dilakukannya (dan) bertepatan dengan hari terlarang untuk puasa maka wajib baginya meninggalkan puasa seperti apabila (giliran) puasanya itu bertepatan dengan hari Idul Adha atau hari Tasyriq, sebagaimana apabila ada seorang perempuan yang biasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia menjumpai sesuatu yang menghalanginya untuk berpuasa seperti karena sedang haidh atau nifas- maka saat itu dia tidak boleh berpuasa.” (Diterjemahkan dari Fatawa Arkanil Islam, hal. 492, cet Dar Ats Tsuraya). Demikian yang bisa kami jawab, waffaqaniyallahu wa iyaakum limaa yuhibbuhu wa yardhaahu.

      Delete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  24. Assalamu alaikum wr wb
    Mau tanya bos gman cra byr puasa ramadan yg udah numpuk contoh 2/3x ramadan?mhn jawabnya trm kash

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau puasa dawud, maka niatlah dengan qodho romadon dulu sampai qodhonya habis. puasa saja kapanpun, kecuali Idul Fitri, Idul Adha, hari tasyrik dan hari jum'at (tanpa ditemani hari kamis/sabtu)

      Delete
  25. Jika saya puasa arafah bisa di gabubg tidak dengan puasa daud?klo pada hari tasyrik bisa tidak puasa daud

    ReplyDelete
    Replies
    1. puasa sunnah boleh digabung
      hari tasyrik haram berpuasa

      Delete
  26. Assalamualaikum,bagaimana jika kita ingin puasa nabi daud,tetapi dahulu dahulu saya pernah bolong/tidak berpuasa pada rmadhan,apakah saya harus meng khodo puasa ramadhan saya yg telah lalu atau saya lgsung puasa nabi daud saja,mohon penjelasan? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaikumussalam
      puasa qodho wajib sedangkan puasa dawud sunnah
      diwajibkan puasa qodho, jangan puasa dawud tetapi masih mempunyai hutang puasa, atau kalau memang ingin puasa dawud, cobalah untuk berpuasa seperti Nabi Dawud, tetapi dengan niat ingin mengqodho puasa romadhon, kalau memang hutangnya sudah habis maka berniatlah dengan puasa dawud.
      wallahu a`lam

      Delete
  27. Asalamu'alaikum. Saya pernah baca sebuah hadis. Intinya. Nabi bilang tidak bole melakukan puasa sunah dua hari berturut turut. Paling banyak kita hanya dibolehkan puasa sunah sehari dan besoknya berbuka lalu lusa puasa sunah lagi dan besoknya buka lagi (puasa daud). Berarti kita gak bisa dong melakukan puasa daud dan senin kamis di minggu yang sama. Gimana tuh.. tlg dong pencerahannya.. mks. Wsslm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaikumussalam
      pertanyaan yang sangat bagus, murobbi ana pernah berkata boleh karena niatnya beda, tetapi ana lebih memilih seperti hadis nabi dibawah ini:

      "Sahabat Nabi saw., Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallâhu ‘anhumâ, pernah berucap, “Aku akan shalat malam dan akan puasa sunnah pada siang harinya sepanjang hidupku.” Ucapan Abdullah itu lalu terdengar oleh Rasulullah saw. Beliau pun bertanya, “Kamukah yang berkata akan shalat malam dan puasa sepanjang hidup?” Abdullah menjawab, “Ya. Benar, wahai Rasulullah!” Rasulullah lalu bersabda, “Sungguh kamu tidak akan sanggup melakukannya. Puasalah, dan berbukalah (jangan terus menerus puasa). Bangunlah untuk shalat malam, dan tidurlah.
      Berpuasa pada tiga hari setiap bulan sudah merupakan kabaikan, karena satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat pahala, maka itu berarti kamu berpuasa setahun penuh.” Abdullah bin Amr –boleh jadi karena ia masih muda– berkata lagi, “Aku sanggup melakukan lebih dari itu.” Rasulullah saw. bersabda, “Kalau begitu, puasalah satu hari, dan berbukalah (jangan puasa) dua hari.” Abdullah mengatakan, “Aku masih sanggup melakukan lebih dari itu.” Rasulullah saw. menjawab, “Lakukanlah puasa satu hari, dan berbuka satu hari. Puasa seperti itu adalah puasanya Nabi Daud, dan itu merupakan puasa paling baik.” Abdullah berkata lagi, “Aku masih sanggup melakukan lebih dari itu.” Rasulullah menjawab, “Tidak ada yang lebih baik dari itu.”
      (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)

      dijelaskan bahwa puasa terbaik itu puasa nabi dawud, kalau misalnya kita berpuasa senin rabu kamis jum'at, yangi ni kan digabung puasa dawud dan senin kamis, di hari rabu kamis jumat ini sama saja seperti puasa setiap hari tanpa dipisahkan dengan berbuka, di hadis pun sudah dikasih tau kalau tak ada yang lebih baik daripada yang lain, lagipula pun kalau kita puasa dawud, kita lebih banyak berpuasa daripada senin-kamis, dan dalam 2 minggu kita juga berpuasa senin dan kamis (senin rabu jumat minggu selasa kamis).

      Ana lebih memilih hadis, yaitu tak melakukan puasa lain selagi puasa dawud.
      kalau muter-muter balasan dari ana dan lebih kurangnya juga afwan
      Wallahu A`lam Bish-showaab

      Delete
  28. Assalamu'alaikum, wr.wb.
    saya ingin bertanya, apakah boleh saya memulai puasa daud saya pada hari sabtu? Padahal hari sabtu merupakan hari yg tidak disarankan untuk berpuasa. Syukron :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Ada ulama yang menilai hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu adalah lemah (dho’if) dan hadits tersebut tidak diamalkan. Dari sini, boleh berpuasa pada hari Sabtu.
      2. Sebagian ulama lainnya menilai bahwa hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu adalah jayid (boleh jadi shahih atau hasan). Namun yang mereka pahami, puasa hari Sabtu hanya terlarang jika bersendirian. Bila diikuti dengan puasa sebelumnya pada hari Jum’at, maka itu dibolehkan.
      ini termasuk ikhtilaf, antum boleh memilih pendapat yang pertama ataupun yang kedua.

      Delete
  29. saya mau tanya .,. bagaimana kalo melaksanakan puada daud . saat kita pengen saja emisalnya saat iman nya lagi tidak labil. tetapi insyallah hanya buat allah saja. misalnya dalam seminggu hanya 2 kali dan tidak berurutan , . . terus bagaiman kalo saya ingin puasa senin kamis juga.,., misalnya puasa cuma hari kamis ., karna belum terbisa dan iman nya masih turun naik

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalam puasa senin kamis, kita boleh puasa hanya senin saja, atapun hanya kamis saja.
      Kalau ingin iman tetap teguh atau bertambah, boleh setiap sebelum salam dalam solat antum berdoa agar tetap istiqomah dan berdoa supaya iman tetap teguh.

      Delete
  30. Alhamdulillah sekarang saya sedang berusaha merutinkan puasa sunah. Cuma ketika selesai sahur kan saya solat subuh. Habis sholat subuh tu kok mata bawaannya ngantuk banget ya. Mgkn karena saya habis sahur. Jadinya saya tidur selama 30-60 menit habis melaksanakan solat subuh. Bisa dikatakan saya selalu tidur setelah sahur dan sholat. Padahal tidur setelah makan itu kan gak baik buat kesehatan. Gmn tuh solusinya. Bisa minta pencerahannya gak.. mks. Wsslm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga antum selalu tetap berpuasa terus sampai akhir hayat.
      seperti sabda rosul kalau rezeki seseorang itu terletak dipagi hari, maka janganlah tidur pada saat itu.
      antum tau bahwa tidur setelah makan itu tidak sehat, maka cobalah untuk melakukan beberapa cara menghindari rasa kantuk setelah sahur
      1. Tidur, antum jangan telat tidur, biasanya memang bawaannya ingin tidur setelah sahur karena kurang tidur.
      2. Pada saat siang hari antum bisa tidur siang sekitar satu jam, karena itu sunnah Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam.
      3. Makannya terlalu kenyang, walaupun ingin kuat dengan cara makan banyak, justru setau ana makan terlalu banyak ini bisa membuat seseorang mudah lapar.
      4. Melakukan kegiatan, antum lakukanlah sesuatu setelah sahur jangan hanya tiduran atau duduk saja, bisa jadi antum berolahraga sebentar saja, biasanya hilang rasa kantuknya, atau juga bisa membaca Al-Qur'an.
      Wallahu A`lam

      Delete
  31. ane mw nambahin gan......
    puasa daud itu membuat rezeki kita yang biasa datang nya dari satu pintu jadi banyak pintu, urusan kita yang harusnya seminggu bisa 2-3 hari selesai, dan ane pernah ngalamin jg gara2 puasa daud 2 minggu keinginan ane terkabul dari tempat yang ga disangka2.....sekalipun ane masih bolong2 puasa nya...hehehehe...doakan ane ya supaya istiqomah.....sekalipun manusia itu tempat salah dan lupa

    ReplyDelete
    Replies
    1. afwan, bisa saja rezeki didapat bukan karena puasanya, tetapi karena pas karena pada saat puasa itu kita memang mendapat rezeki, kita tidak bisa mencampurkan urusan ibadah kepada Allah tetapi mengharap dunia, cukup karena Allah sajalah kita niatkan, maka insyaaAllah kita juga akan mendapat apa yang terdapat di dunia dan mendapat ridonya.
      semoga antum istiqomah, aamiin
      Wallahu A`lam

      Delete
  32. apakah bisa puasa nabi daud digabung sama membayar hutang puasa bulan ramadhan?

    ReplyDelete
  33. Saya mau tanya ni
    Boleh gak klo misalnya qita uda gak kuat lgi untk puasa nbi daud terus kita berhenti dlu kmdian nanti kita memulai puasa kembli ?
    It aja mkasih

    ReplyDelete
  34. mau nanya.. klo ada yg nanya kenapa gak makan terus enaknya jawab apa ya ? terus klo gak sahur gmn tuh?

    ReplyDelete
  35. Subhanallah.. puasa daud membuat hati tentram.. saat hari dimana kita berbuka kadang masih terasa puasa...padahal jatah puasanya adalah keesokan harinya...
    Ketika hari begitu panas, tetapi Allah tetap memberi nikmat sehingga tidak begitu panas..
    Merasa lebih dekat Allah...saat melakukan hal buruk pasti (insyaallah) ingat Allah.. Allah bersamaku.. Allah Melihatku.. Allah Menyaksikanku..
    dan memang rezeki Allah yang hadir tidak terduga diluar logika kita..
    Contoh kecil..Pernah saya alami, ketika beberapa hari bilang ke teman "kok q jarang makan telor asin yaa... pengin ikan bandeng juga... sama kerang"
    Dan ternyata keesokan harinya di sms sepupu untuk menjenguk saudara diluar kota..dan subhanallah.. tanpa ane minta ke saudara utk masak, ternyata saat saya datang sudah dihidangkan menu ikan bandeng & kerang. dan sorenya pun ada telor asin di sore hari nya.. (Maaf, semoga ini bukan 'riya.. hanya sharing pengalaman, semoga bisa memotivasi )
    Subhanallah..
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Tirmidzi, derajat : hasan shahih)

    ReplyDelete
  36. Memang betul apa yang dikatakan pemilik blog ini. Setiap makanan yang kitam ambil mesti akan kita perhati dulu kebaikan dan keburukannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum saya mau tanya,kalau puasa daud minimal brp hari? Apalg buat wanita di tengah bulan bisa halangan? mohon jawabannya.thanks

      Delete
    2. tidak ada batas minimal dan maksimalnya
      tetapi kalau puasa hari ini besok tidak dan besok puasa itu sudah disebut puasa dawud

      Delete
  37. assalam, bolehkah berpuasa daud dimulai dari hari sabtu? soalnya saya baru mau memutuskan untuk berpuasa daud dan mencari informasi perihal. kalau menemukan hari senin apakah boleh niatnya dua?

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh, ya bisa digabung, tetapi dengan niat puasa dawud pun in-syaa Allah pahala puasa seninnya dapat juga
      wallahu a`lam

      Delete
  38. kalau musafir pergi jauh, berarti puasa daudnya berhenti dulu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman sekarang, musafir itu dipermudah dengan teknologi canggih
      Jika dia merasa keberatan untuk berpuasa, maka sebaiknya dia tidak berpuasa. Tidak baik berpuasa di perjalanan dalam keadaan seperti ini, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang lemas dan orang-orang berkerumun di sekitarnya. Nabi bertanya, “Mengapa dia?” Mereka menjawab, “Berpuasa.” Beliau bersabda, “Tidak baik puasa dalam perjalanan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini berlaku umum bagi siapa saja yang mengalami kesulitan untuk berpuasa di perjalanan.
      Dengan demikian kami katakan, “Jika perjalanan di waktu sekarang mudah, sehingga tidak memberatkan kebanyakan musafir untuk berpuasa, jika puasa tidak memberatkannya, maka lebih baik dia berpuasa.”

      Delete
  39. Bagaimana kalau kita misal sedang puasa daud,trus pngen puasa ayyamul bidh yg jatuhnya tiga hari berturut2,tidak selang seling,apakah boleh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak boleh, sebaiknya dihentikan selang satu hari tidak puasa dawud, setelah itu puasa ayyamul bidh, dan setelah puasa ayyamul bidh, besoknya istirahat dan silahkan lanjutkan puasa dawudnya
      wallahu a`lam

      Delete
  40. Assalamualaikum warahmatullah..
    akhi kalo yang sudah menikah,ingin istiqamah bagaimana yaa..?
    sedangkan, ana pernah baca salahsatu hadits yang menyebutkan,''janganlah menyibukkan diri berpuasa sunah ketika suami sedang ada di rumah,kecuali dengan seizinya'' sedangkan sangat ingin sekali istiqamah,apa yang harus dilakukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaykumussalaam warahmatullah wabarakaatuh
      istri, kalau sudah mempunyai suami, diwajibkan bertanya dulu kepada suaminya.
      Maksud sedang di rumah itu, karena suami juga berhak mendapat haqnya, misal seperti istimna`,
      maka dari itu istri harus bertanya "apakah saya boleh berpuasa rutin/istiqamah trus menerus?" kalau suami jawab "ya" artinya sudah diperbolehkan berpuasa.

      note: suami itu nafsunya tidak bisa ditunda-tunda, kalau sudah nafsu, harus sekarang juga tidak bisa ntar-ntaran, maka dari itu kalau suami sedang nafsu, baiknya dibatalkan puasanya
      wallahu a`lam

      Delete
  41. ada ga batas maksimal puasa beberapa hari berturut2, misal seminggu atau sebulan penuh? apa hukumnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak ada batasnya, mau istiqamah sampai wafat pun bisa dilakukan
      hukumnya sunnah

      Delete
  42. assalamuaaikum..
    pak ustadz tolong jelaskan pengertian puasa rajab? apakah ada puasa rajab itu?
    terima kasih..
    wassalmualaikum..

    ReplyDelete
  43. assalamualaikum..
    pak ustadz tolong jelaskan pengertian puasa rajab?
    terima kasih..
    wassalamualaikum..

    ReplyDelete
  44. @Hotmaul Harahap
    wa`alaykumussalaam

    Pusa Rajab, setau ana keutamaan di bulan rajab itu tidak ada
    dalam riwayat Muslim, sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhan yaitu puasa muharram, muharram itu dikaitkan dengan bulan haram, dan bulan haram yaitu dzulqadah, dzulhijjad, muharram dan rajab
    memang dianjurkan untuk berpuasa sebanyak mungkin di bulan ini (kalau bisa puasa dawud penuh di bulan-bulan haram ini)

    terkait dengan beredar tersebarnya dalil-dalil palsu tentang keutamaan bulan rajab
    seperti : puasa 10 hari pertama berturut-turut, maka diharamkan api neraka baginya
    atau bisa juga barang siapa yang menyebarkan ini maka surga wajib baginya.
    dalil seperti ini bathil, tidak ada yang soheh, dalilnya doif jiddan bahkan banyak sekali yang maudhu`

    Kita pun harus berhati-hati terhadap dalil palsu, karena Nabi bersabda:"Barangsiapa yang berkata atas namaku yang padahal bukan dariku, maka tempat duduknya sudah disiapkan di Neraka" (HR Al-Bukhary)
    Sebaiknya sebelum menyebarkan apa yang didapat, kita harus bertanya terlebih dahulu kepada Ustadz/Ulama yang mengerti ilmunya. Jangan sampai kita tidak mendapat lalu langsung disebar, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Shallalahu `alayhi wasallam
    dan Nabi Bersabda:" Cukuplah seorang dikatakan pendusta ketika ia berbicara dari setiap apa yang ia dengar" (HR Muslim)
    Wallau A`lam

    ReplyDelete
  45. terima kasiih ustadz..
    alhamdulillah saya belum pernah menjalankan puasa rajab, karena banyak sekali org yg mnyebarkan hal ini di sosmed, di bbm..
    tapii ustadz klau sudah terlanjur menjalankan puasanya bagaimana ustadz? dia menjalankan karena ia dengar dari org lain, atau dari share di sosmed..apakah yg menjalankannya dpt pahala, karena ia niat puasa rajab tanpa mengetahui sumber yg benar?
    tolong dijelskan ustadz..
    wassalamualaikum..

    ReplyDelete
  46. Hotmauli Harahap
    Alhamdulillah, semoga Allah memberkahi anda, walaupun memang tidak puasa, tetapi memang dianjurkan berpuasa pada bulan haram, tetapi dengan niat puasa di bulan haram

    setidaknya ente tidak menyebarkannya, biarkan menjadi tanggungjawab yang sudah menyebarkan hal-hal yang palsu dalam Islam.
    Seseorang yang sudah terlanjur melakukan sesuatu tetapi tidak mengetahui maka tidak mengapa dosanya terampuni, tetapi kalau trus-trusan tanpa mengetahui kebenarannya, maka dia mendapat dosa, itu biasa disebut taqlid

    Wallahu A`lam

    ReplyDelete
  47. assalamualaikum ustadz? bertemu lg dgn saya :)
    saya ingin bertanya lagi ustadz mengenai puasa sunnah.. apakah benar jika kita menjalankan puasa 6 hari di bln syawal, maka kita juga harus manjalankan puasa sunnah lainnya seperti puasa muharam, dzulhijjah dll ?? karena saya baru saja ditegur sm teman saya, kalo kamu puasa syawal berarti kamu puasa sunnah lainnya.. bgitu ustadz kata teman saya, temana saya berkata seperti itu, saya tdk bisa jawab, karena saya blom tahu sebenarnyaa..
    mohon penjelasannya ustadz.. karena insya allah saya ingin menjalankan puasa 6 hari syawal.
    terima kasih ustadz.. wassalamualaikum..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaykumussalaam
      barakallahu fiik
      afwan ane bukan ustadz, hanya menyampaikan sesuatu yang diketahui saja
      puasa sunnah boleh dikerjakan boleh tidak, ana juga baru dengar kata-kata seperti itu.
      Kerjakanlah puasa 6 hari di bulan syawal, kalau misalnya kita diharuskan mengerjakan puasa muharram, dzulhijjah, dll. pastinya banyak para ulama yang mengerjakan dan memberitau orang lain, dan kalau memang diharuskan, itu sama saja hukumnya wajib, padahal hukumnya sunnah, tidak lebih kecuali bernadzar melakukannya.
      jadi kesimpulannya, puasa sunnah tidak ada keharusan seperti itu
      wallahu a`lam

      Delete
    2. maaf kalau anda bukan ustadz.
      ooh ssepertii ituu, iya saya mengerti sekali.. berarti kalau kita ingin menjalankannya boleh saja, kalau tdk jg gpp.. makasih sebelumnyaa..
      wassalamualaikum..

      Delete
  48. assalamualaikum . mau tanya . klau sy puasa dawud . pas hari jumat ada acara sya pengen gak puasa. jadi sya mulai puasa dawud lagi hari apa? syukron

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaykumussalaam
      sabtu boleh, minggu boleh, tapi jika ingin mengikuti harinya sesuai puasa dawud ya dilanjut hari minggu
      wallahu a`lam

      Delete
  49. assalamu'alaikum.. saya ingin bertanya lagi, kapan dan tgl brp tepatnya puasa sunnah arafah dan asyura dilaksanakan? terimakasih..
    wassalmu'alaikum..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaykumussalaam
      Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu

      Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

      وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

      “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

      Kata Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46.

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)

      Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

      يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

      “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

      فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

      “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

      فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

      “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

      Kenapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa? Kata Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudi yang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits di atas. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 14.

      Tahun ini (1436 H), tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada hari Ahad dan Senin (2 dan 3 November 2014). Semoga kita bisa menjalaninya dan jangan lupa sampaikan pada istri, anak, kerabat dan rekan-rekan muslim lainnya.

      Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.

      Delete
  50. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  51. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  52. asalamualaikum Qeis muhamad...sy ingin bertanya pernah suatu hari saat sy puasa dawud ...ada teman bertanya knpa tidak makan siang trus sy bilang sedang puasa ...apakah puasa nya batal...???? alhmdulilah smpe skrng msh jlnkan puasa daud

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa alaikumussalaam
      Tidak batal
      Baarakallah, semoga tetap istiqamah

      Delete
    2. terimakasih atas pencerahannya tentang puasa sunnah assyura..
      bagaimana dgn puasa sunnah arafah?
      terimakasih, mohon maap sebelumnyaa :)

      Delete
    3. Puasa Arafah
      Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

      وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

      “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

      Kata Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46.

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)

      Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

      يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

      “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

      فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

      “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

      فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

      “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

      Kenapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa? Kata Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudi yang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits di atas. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 14.

      Tahun ini (1436 H), tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada hari Ahad dan Senin (2 dan 3 November 2014). Semoga kita bisa menjalaninya dan jangan lupa sampaikan pada istri, anak, kerabat dan rekan-rekan muslim lainnya.

      Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.

      Delete
  53. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  54. Assalaamu a'laikum..
    bagaimana jika puasa daud bertabrakan dengan puasa sunnah syawal, puasa sunnah arofah, puasa sunnah asysyura?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaykumussalaam
      afwan, ana kurang paham
      apakah di waktu yang sama dalam satu hari ada beberapa puasa, kalau dalam satu hari ada beberapa puasa, niatkan saja semuanya, karena sunnah boleh beberapa niat.
      tetapi misal senin puasa dawud, besoknya puasa sunnah arafah/asyura/muharram, dll. maka lebih baik senin berbuka (tak berpuasa) dan besoknya puasa sunnah selain puasa dawud yang dimaksud.
      wallahu a`lam

      Delete
  55. Assalammualaikum..
    Akhi qeis. Ana mau nanya bagaimana kalau kita menggabungkan puasa senin kamis dan puasa Daud. Apa hukumnya? Dan apa sebelumnya pada zaman nabi pernah ada yang mengerjakan puasa seperti itu. Syukron. Jazakumullah khoiron

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa`alaykumussalaam
      jawaban bisa diliat di komentar sebelumnya
      wallahu a`lam

      Delete
  56. Assalamualaikum,
    Apa benar kalau kita tidak rajin puasa sunnah senin kamis maka tidak diperbolehkan puasa Nabi Daud. Mohon penjelasannya. Syukron

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa alaikumussalaam
      sependek yang ana tau, ana blom nemu dalil tentang pengharaman itu, puasa Nabi Dawud kan dihukumi sunnah, tetapi malah ga boleh berpuasa dawud jika langsung ya.
      Sepengetahuan ane, diperbolehkan langsung puasa dawud, tetapi jika tidak kuat maka cobalah dahulu puasa senin kamis, secara bertahap mungkin senin dulu sampai sebullan baru setelah itu puasa senin kamis.
      Baru setelah itu puasa dawud, atau langsung puasa dawud tanpa senin kamis tetap boleh, akan tetapi nanti terasa lebih berat saja, maka jangan sampai berhenti berpuasa walaupun senin kamis atau salah satu saja, jika tidak maka antum akan susah/berat lagi berpuasa dawudnya.

      Afwan, bila antum mendengar dari seseorang dengan perkataan tersebut, mintalah dalilnya, dan boleh sharing disini.
      wallahu a`lam

      Delete
  57. Assalamu'alaikum,
    Yang ingin saya tanyakan, bagaimana kalo saya puasa daud dimulai hari senin terus pas hari minggu harusnya puasa tapi saya tidak puasa,terus saya mulai lagi hari seninnya begitu seterusnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama persis ini dengan pertanyaan yg saya mau ajukan?tolong di jawab ya..thanks..wassalam

      Delete
  58. Assalmualaikum
    Afwan akhi alhamdulillah saya sudah menjalankan puasa daud naah tapi saat menjalankannya saya lupa hari puasanya akhi,jadi ketika 'hari puasa' saya hari itu berbuka dan baru nyadar pas besoknya ketika hari seharusnya saya berbuka.. Padahal saya tidak mau putus puasanya, jadi bagaimana akhi apa yang harus saya lakukan?
    syukron akhi

    ReplyDelete
  59. Mau tanya apabila sudah terbiasa puasa daud, lalu bernadzar dengan puasa misalnya 7 hari. Bagaimana ya? Apakah puasa daud nya bisa di barengi dengan nadza? Misal senin nadzar dan daud, selasa nadzar saja, rabu nadzar dan daud, dst.

    ReplyDelete
  60. Assalamualaikum, mau minta kiat-kiat dlm menjalankan puasa daud supaya bisa lancar dan bukan hanya semangat d awal2 menjalankan puasa melainkan seterusnya, terutama bagi seorang pemula (masih tahap awal).. wassalammu'alaikum

    ReplyDelete
  61. Assalamualaikum,maaf mau nanya kalo menjalankan puasa daud terus keputus krn lagi haid bagaimana ya.
    mohon info sukron

    ReplyDelete
  62. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  63. Ada yg bilang kali sdg puasa daud itu cobaannya berat. Bagaimana solusi untuk meringankan cobaan itu agar ringan..

    ReplyDelete
  64. terima kasih infonya
    tidur ketika puasa tergantung niatnya
    artikel bermanfaat

    ReplyDelete
  65. Assalamualaikum,,kalau dalam puasa daud lalu kita ingin melakukan puasa sunah lainnya seperti senin-kamis, dll itu gimana niatnya?

    ReplyDelete
  66. mas kalau kita sedang puasa daud, kemudian bertemu puasa sunnah lain seperti 8-9 zulhijah, mana yang didahulukan?

    ReplyDelete
  67. Pnglmn sya,kalo sudah mnjlnkan satu niat puasa daud. Sudah pasti kita akn mninggalkan puasa sunah yg lain.
    Karna yg dinamakn puasa daud yaitu sehari puasa sehari berbuka.
    Maka

    ReplyDelete